TARA AI (WhatsApp)

Langkah 1 — Ambil Foto

Foto yang baik = laporan yang cepat di-approve.

Apa yang harus difoto (per tahapan):

  • Bouw Plank — pemasangan bouwplank dari atas dan samping; tunjukkan papan kayu, paku, dan siku 90°.
  • Pondasi — galian, pembesian, dan setelah cor; sertakan ukuran (meteran terlihat).
  • Sloof + Kolom — bekisting, pembesian sloof/kolom, dan setelah cor; dari 2–3 sudut.
  • Dinding & Plester — progres pasangan bata (per lapis), plesteran, dan acian.
  • Atap — kuda-kuda, gording, reng, dan penutup atap; dari bawah dan atas bila aman.
  • Finishing — detail finishing: cat, keramik, plafond, kusen, sanitair, dll.

Tips foto yang baik (5 prinsip): (1) Pencahayaan cukup — foto siang/lampu sorot, hindari backlit. (2) Fokus tajam — tap layar di area pekerjaan, tahan HP stabil. (3) Sudut pandang jelas — ambil dari 2–3 sudut: depan, samping, close-up. (4) Skala terlihat — sertakan benda referensi (meteran, helm, sapu). (5) Hindari bayangan sendiri menutupi area pekerjaan.

Yang BOLEH:

  • foto langsung dari kamera HP (bukan kirim ulang dari galeri)
  • GPS HP aktif
  • multiple sudut untuk pekerjaan kompleks
  • sebelum/saat/sesudah pekerjaan
  • sertifikat/kemasan material bila relevan
  • kondisi cuaca bila berpengaruh
  • tanyakan pengawas kalau ragu

JANGAN:

  • edit foto (crop/rotate/filter) sebelum kirim
  • pakai foto lama dari proyek lain
  • forward foto orang lain (sistem deteksi)
  • foto dari layar HP lain (foto-of-foto)
  • tutup metadata dengan aplikasi privacy
  • kirim foto blur/gelap/over-exposed
  • jari menutup lensa
Contoh foto baik di lapangan — Bouw Plank, Pondasi (pembesian), Sloof (setelah cor), Kolom (bekisting)Sumber: Staging Demo / lapangan proyek demo

Contoh foto yang sering ditolak:

  • Blur/goyang (tahan HP stabil, tap fokus)
  • Terlalu gelap (gunakan flash/lampu)
  • Terlalu jauh (mendekat 1–2 m, ambil close-up)
  • Salah objek (baca spec dulu)
  • Tangkap layar/screenshot (harus foto langsung)
  • Bayangan menutupi objek (geser posisi/arah cahaya)