SOP operasional untuk situasi non-rutin saat menggunakan AutoKon Deliver. Tujuan: standar komunikasi yang jelas, mempercepat penyelesaian masalah, mengurangi miskomunikasi. Audiens: Pelaksana & Pengawas, SM & PM, Owner/Direktur/Manajemen.
Catatan operasional (penting): Saat ini AutoKon belum memiliki sistem ticketing formal. SOP ini adalah pedoman operasional & komunikasi — bukan sistem otomatis. Channel utama untuk semua interaksi:
- Grup WhatsApp proyek — untuk semua diskusi harian, eskalasi, request dukungan, koordinasi. Setiap proyek memiliki grup WA dengan pelaksana, pengawas, SM, PM, dan tim AutoKon.
- Formulir Bantuan (Google Form) — untuk perubahan besar yang perlu dokumentasi formal: perubahan ruang lingkup proyek, request pelatihan tambahan, perubahan PIC/approver, klaim force majeure. Akses via menu Bantuan.
Email tidak aktif sebagai channel resmi untuk tim lapangan. Telepon hanya untuk situasi darurat (P1) yang disepakati di grup WA terlebih dahulu.
Cara pakai: buka SOP terkait sebelum bertindak, salin template ke grup WA proyek (atau ke formulir Bantuan bila perubahan besar), konfirmasi ke atasan bila ragu. Dokumen ini berkembang seiring pengalaman tim — versi terbaru selalu di sini.
Glosari:
- Pelaksana — pekerja lapangan yang mengambil foto via TARA AI
- Pengawas/SE — supervisor lapangan
- SM (Site Manager) — approver pertama
- PM (Project Manager) — approver final, otoritas keputusan
- Owner / Direktur — pemegang strategis, monitor dashboard
- Opname — laporan progres berkala (mingguan/bulanan)
- BASTP — Berita Acara Serah Terima Pekerjaan
- TARA AI — asisten WhatsApp untuk laporan foto
- Tahapan — segmen besar pekerjaan (Persiapan, Pondasi, Struktur, dll.)
- Spesifikasi — item detail dalam tahapan
- Force Majeure — keadaan kahar (bencana, regulasi)
- Grup WA proyek — channel utama komunikasi (WhatsApp Group dedicated per proyek)