SOP & Dukungan

SOP 1 — Eskalasi

Cara kerja saat ini: eskalasi dilakukan via grup WhatsApp proyek dengan menge-tag pihak yang bertanggung jawab di tingkat berikutnya. Tidak ada email formal atau sistem tiket. Untuk kasus serius (force majeure, insiden keselamatan), telepon langsung ke kontak T3.

Eskalasi bukan keluhan — ini alat profesional untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan adil.

Kapan perlu eskalasi (masalah di luar kewenangan/kapasitas tingkat saat ini):

  • Approver tidak responsif (opname menunggu >24 jam SM atau >48 jam PM)
  • Beda persepsi nilai opname (selisih >5% tak terselesaikan di tingkat lapangan)
  • Risiko jadwal kritis (keterlambatan >2 minggu vs baseline)
  • Konflik antar tim (pelaksana / pengawas / vendor / supplier)
  • Insiden lapangan (kecelakaan, kerusakan material, gangguan keamanan)
  • Force majeure (lihat SOP 05)

Jika ragu: tanya atasan langsung dulu di WA grup proyek sebelum eskalasi.

Tiga tingkat eskalasi (naikkan satu tingkat dalam satu waktu; lompat hanya untuk darurat):

TingkatSiapaKapanTarget respon
T1 — OperasionalAtasan langsung (Pelaksana → Pengawas → SM)Masalah harian, klarifikasi spec, pengecualian kecil<4 jam di WA grup
T2 — ProyekPM proyek + AutoKon Customer Success ManagerKonflik antar tim, deviasi >5%, risiko jadwal, masalah berulang T1<8 jam di WA grup
T3 — StrategisDirektur Operasi, Owner, AutoKon Account DirectorInsiden material, force majeure, perubahan kontrak, T2 gagal<24 jam (telepon dulu, lalu konfirmasi di WA)

Matriks kontak eskalasi — render dari contacts.yml (T1: Pengawas/SM masing-masing dengan backup; T2: PM/CSM; T3: Direktur Operasi/Owner/Account Director). Tip: print versi cetak untuk papan informasi proyek + pin di grup WA proyek sebagai pesan tetap.

Alur eskalasi 5 langkah:

  1. Identifikasi — catat di WA grup: apa masalahnya, kapan terjadi, di mana, dampaknya.
  2. Coba selesaikan di tingkat saat ini — tag atasan langsung di WA grup. Tunggu sesuai target respon.
  3. Eskalasi 1 tingkat bila target respon terlampaui — tag tingkat berikutnya di WA grup, sertakan riwayat singkat upaya sebelumnya. Mention: "Eskalasi T2: [singkat masalah]. Sudah coba di T1 sejak [waktu], belum ada respon."
  4. Tunggu resolusi — sambil kerjakan tugas lain yang tidak terblokir.
  5. Dokumentasi & closing — catat keputusan, tindakan, dan pelajaran. Untuk perubahan resmi (mis. perubahan unit, pergantian PIC), submit via formulir Bantuan — lihat SOP 04.

Penting: jangan langsung lompat ke T3 — kecuali insiden keselamatan kerja (boleh langsung telepon T3).

Target respon per tingkat (jam kerja Sn–Sb 08:00–20:00 WIB):

  • T1: acknowledge <1 jam / update <4 jam / resolusi <24 jam. Bila terlampaui → wajib naikkan ke T2.
  • T2: acknowledge <2 jam / update <8 jam / resolusi <72 jam. Bila terlampaui → wajib naikkan ke T3.
  • T3: acknowledge <4 jam (sering via telepon) / update <24 jam / resolusi case-by-case.

Catatan: ini target operasional internal, bukan SLA kontraktual yang otomatis. Eskalasi tetap mengandalkan komitmen tim — bila tidak ada respon, naikkan tingkat secara manual.